Kemenag Dukung ISOMIL PBNU

By Admin

nusakini.com--Kementerian Agama mendukung dan mengapresiasi acara International Summit of The Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) yang akan diselenggarakan pada 09 – 11 Mei 2016 di Jakarta oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU).

“Kementerian Agama mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini,” terang Menag saat dikunjungi Panitia ISOMIL di Ruang Kerja Menag, Rabu (04/05/2016). Ikut mendampingi Menag, Direktur Penais Muchtar Ali, Karo Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Achmad Gunaryo, dan Sesmen Khoirul Huda. Panitia ISOMIL yang berkunjung ke Kemenag antara lain Prof Maksum, Umar Syah HS, Masduki Baidowi, Miftah Faqih, Ibnu Hazen, Imam Aziz, dan Sarmidi. 

Menag melihat, momentum ISOMIL pas, apalagi dilakukan oleh NU yang mempunyai basis besar di Tanah air. “Sangat tepat, NU sebagai basis muslim di Indonesia, mengambil prakarsa ini di internal umat Islam dunia. Kami, sekali lagi, mengapresiasi dan menghargai inisiasi dan ikhtiyar ini. Pemerintah (Kemenag) siap mendukung,” imbuh Menag. 

Menag menyampaikan, ISOMIL yang rencananya dihadiri pemuka Islam dari 40 – 60 negara ini akan menjadikan dunia semakin melihat Islam Indonesia sebagai salah satu harapan sekaligus implementasi dari esensi Islam yang sesungguhnya. “Islam diwujudkan dalam dimensi yang sesungguhnya. Sebuah Islam yang rahmatan lil alamin, yang mempunyai modelnya tersendiri, setelah Timur Tengah kurang mampu merepresentasikan secara menyeluruh esensi Islam,” imbuh Menag. 

Menag berharap, PBNU dan kalangan Islam moderat lainnya giat juga dalam dunia sosial media. Karena hingga kini, masih sangat terbatas dan kurang mewarnai. “Yang banyak beredar di medsos kini adalah Islam berfaham hitam-putih dan “keras”. Teknologi tidak bisa dihambat, yang bisa kita lakukan adalah berkompetisi dengan mengisi wacara diskursus terkait hal ini,” tambah Menag. 

Prof Maksum menyampaikan, ISOMIL dilaksanakan untuk memberitahu dunia, bahwa Indonesia serius mengatasi terorisme dan pro aktif dalam menciptakan perdamaian bersama. Menurutnya, dalam paham keagamaan, NU punya otoritas dan kompetensi untuk mengatasi masalah terorisme berlatarbelakang paham keagamaan. “Ini penting, karena kedamaian bersama hakikatnya adalah kebutuhan kita semua,” imbuh Prof Maksum’ 

Kegiatan ISOMIL yang akan dihadiri 300 – 350 peserta tersebut, rencananya akan dibuka oleh Presiden Jokowi dan ditutup Wapres JK. (p/ab)